Penjualan rumah di Jabodetabek stagnan tiga tahun berturut-turut. Tetapi data pengembang menunjukkan pra-penjualan di kota lapis dua tumbuh dua digit. Kami berbincang dengan direktur pemasaran salah satu pengembang terbesar.
Apa yang berubah?
“Pembeli pertama kini berusia 28–35 tahun, bekerja hibrida, dan tidak lagi merasa harus tinggal di Jakarta. Harga tanah di Semarang sepertiga dari BSD, tetapi infrastrukturnya sudah setara.”
Tentang suku bunga
“KPR di 7% masih berat. Kami menyerap bunga dua tahun pertama. Itu biaya, tetapi lebih murah daripada persediaan menganggur.”
Tentang IKN
“Balikpapan diuntungkan bukan dari IKN langsung, tetapi dari kontraktor dan pemasok yang butuh hunian. Kami hati-hati soal spekulasi di dalam kawasan IKN sendiri.”