Rupiah ditutup di 15.980 per dolar AS, menguat 1,8% dalam sebulan, padahal indeks dolar justru naik 1,2% pada periode yang sama. Ini anomali yang layak dijelaskan.

Pertama: SRBI menyedot dolar

Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dengan imbal hasil di atas 6,5% menarik kepemilikan asing hingga Rp 280 triliun. Instrumen ini efektif mengunci dana jangka pendek yang sebelumnya keluar-masuk lewat SBN.

Kedua: kewajiban retensi devisa hasil ekspor

Aturan menahan DHE 30% selama tiga bulan menciptakan pasokan dolar yang stabil di sistem perbankan domestik. Efeknya kini terasa setelah harga CPO dan batu bara pulih.

Ketiga: penutupan posisi short

Data posisi di pasar NDF menunjukkan spekulan yang bertaruh pada pelemahan rupiah terpaksa menutup posisinya, mempercepat penguatan.

Penguatan ini nyata, tetapi ditopang kebijakan, bukan hanya fundamental. Ketahanannya akan diuji saat SRBI jatuh tempo.